Perkuat Densus 88, Polri Isi Posisi Kadensus dengan Jenderal Bintang Dua

JAKARTA (Manjanik.net) – Mabes Polri melakukan rotasi dalam organisasinya. Brigjen Pol Muhammad Syafii menduduki posisi baru di Polri sebagai Kepala Densus (Kadensus) 88 Antiteror lewat surat telegram Kapolri nomor ST/261/II/2017. Ia pun akan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen).

Hal tersebut dikarenakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberlakukan kebijakan baru. Pemimpin Densus 88 Antiteror harus dipimpin jenderal bintang dua. Polri beralasan, Densus 88 saat ini harus diperkuat karena semakin besarnya pula perkembangan para teroris.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan hal tersebut dilakukan demi memperkuat Densus 88 Antiteror. Jabatan Kadensus sebelumnya dijabat jenderal bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen).

“Jabatan Kadensus dijabat perwira tinggi bintang dua. Jadi diberikan kepada senior yang selama ini berjuang untuk Densus ya. Benar (terjadi penguatan), jadi struktur dikembangkan, personel diperkuat, SDM (sumber daya manusia) diperkuat,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Senin (6/2/2017).

Penguatan Densus 88 dinilai penting karena saat ini pergerakan teroris tak konvensional seperti dulu. Dewasa ini, kata Boy, para teroris memanfaatkan kemajuan di bidang sibernetika dan informatika untuk melancarkan aksinya.

“Termasuk untuk hadapi siber terorisme. Dia harus lebih kuat dari yang saat ini,” ucap Boy.

Untuk diketahui bersama, Syafii yang merupakan pria kelahiran bulan Mei 1962 itu adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak April 2015 mengemban amanat sebagai Direktur Penindakan BNPT, yang kemudian diangkat menjadi Kadensus 88.

Syafii merupakan lulusan Akpol 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Syafii termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azhari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur pada 9 November 2005 dan Imam Samudra di pelabuhan Merak, Banten pada 21 November 2002.

Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, yakni Jenderal Sutanto bersama dengan para kompatriotnya seperti Tito Karnavian yang kini menjadi Kapolri, Petrus Reinhard Gollose, Idham Azis, Rycko Amelza Dahniel dan lain-lainnya. [AH/dtk]