Parah!! Seorang Hakim di PN Bandung Tidur Saat Sidang

BANDUNG (Manjanik.net) – “Beginilah wajah asli peradilan dan penegak hukum kita”. “Bagaimana bisa mendapatkan keadilan jika hakimnya seperti ini”. Dan tentunya masih banyak lagi komentar dari para netizen setelah melihat sebuah foto dari seorang hakim yang tidur saat sidang sedang berlangsung.

Netizen ramai menyoroti postingan sejumlah foto yang menampilkan seorang hakim dengan kondisi mata terpejam seperti tidur saat berada di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat (Jabar). Foto-foto yang terlanjur viral tersebut menjadi perbincangan di jejaring media sosial, terutama pengguna Facebook. PN Bandung memastikan peristiwa tersebut sudah dilaporkan kepada Pengadilan Tinggi (PT) Jabar.

Muhammad Nawaji adalah hakim anggota yang tertangkap kamera pengunjung sidang kasus penganiayaan yang menewaskan Tatang Wiganda, guru SMA Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung. Sidang agenda pemeriksaan saksi itu berlangsung di PN Bandung, pada Rabu (8/2/2017) siang lalu.

Pada hari itu juga aneka foto Nawaji nampak tertidur saat berlangsungnya sidang tersebut diunggah ke Facebook oleh pemilik akun bernama Dikdik Zafar Sidik Sidik dan Sarah Fatimah. Namun postingan Sarah yang sempat mention Walikota Bandung, Ridwan Kamil sudah tidak ada di halaman dinding Facebook Sarah.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, postingan Dikdik masih ada. Keduanya menyesalkan sikap sang hakim yang tertidur saat memimpin sidang pembunuhan.

“Senin kemarin langsung dilakukan pemeriksaan oleh Ketua PT Jabar, tentu koordinator perintahnya dari Bawas Mahkamah Agung (MA). Jadi hakim Nawaji itu diperiksa,” ujar Kabag Humas PN Bandung, Kartim Haerudin di PN Bandung, Jalan Martadinata, Kota Bandung pada Selasa (14/2/2017).

Kartim melanjutkan, pihak PN Bandung secara internal sudah meminta keterangan langsung terhadap Nawaji soal foto yang beredar itu. Nawaji tak membantah sosoknya yang ada dalam postingan foto tersebut. Ia mengaku sempat terlenyap tertidur di ruang sidang.

“Bersangkutan (Kartim) itu hanya sekejap (tertidur). Lalu dia sadar. Itu semuanya disebabkan oleh terganggu penyakitnya yang memprihatinkan. Hakim Nawaji ini punya penyakit diabetes,” kilahnya.

Nawaji, menurut Kartim, mengaku tidak minum obat diabetes saat tugas dalam persidangan hari itu sehingga membuat kondisinya lemas dan bisa tertidur. “Salah satu penyebabnya itu, lupa minum obat,” ujar Kartim.

Merujuk tata tertib di persidangan, sambung Kartim, hakim harus melaksanakan tugas secara baik. Tentu saja, kata dia, hakim dilarang tidur saat proses persidangan. “Tidak boleh tidur, itu enggak dibenarkan,” ucap Kartim.

Berkaitan peristiwa tertidurnya Nawaji, pihak PN Bandung sudah melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ini kepada PT Jabar. Nantinya, menurut Kartim, PT Jabar menindak lanjuti dengan memeriksa Nawaji dan mengirimkan hasil berita acara kepada MA.

“Pengadilan Tinggi ini sebagai provost-nya MA. Jadi PT Jabar laporan hasilnya ke MA. Apakah kena sanksi atau tidak, kita belum tahu. Sekarang belum ada hasilnya, kita sama-sama menunggu,” pungkas Kartim. [AH/dtk]