Kesaksian Warga Poso: Kalau Tak Dibantu Santoso, Muslim Poso Sudah Habis Dibantai Kristen

POSO (Manjanik.net) – Tak ada yang menyangka, jenazah Santoso alias Abu Wardah disambut lautan manusia yang memadati pemakaman dan kediaman orang tuanya di Desa Landangan, Kecamatan Poso Pesisir, Poso pada Sabtu (23/7/2016).

Bahkan, pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang disebut pemerintah Indonesia sebagai tokoh Daulah Islam/Islamic State (IS/ISIS) dan dimasukkan Amerika Serikat (AS) dalam daftar teroris global itu disambut warga Poso dan sekitarnya seperti pahlawan.

Lalu, bagaimana pendapat dan kesaksian warga Poso soal banyaknya umat Islam Poso dan sekitarnya saat menghadiri pemakaman Santoso??

“Ribuan masyarakat Poso menghadiri pemakaman saudara kami Santoso. Jika tidak dibantu Santoso atau Abu Wardah saat Poso dibantai Kristen, bisa jadi sudah tamat sejarah umat Islam di Poso, tinggal 0%,” jelas Rahmat melalui akun Facebooknya seperti dilansir faktamedia pada Sabtu (23/7/2016).

“Buat negara yang katanya penegak hukum, tengok dan rasakanlah penderitaan Muslim Poso selama ini. Jika di zaman penjajahan, mereka yang berjuang mempertahankan Indonesia disebut ekstrimis/teroris, kematian mereka dipuja masyarakat dan dilabeli syuhada/pahlawan,” tegasnya.

“Mari kita cermati kejadian barusan di Poso, media/aparat meemberitakan mereka adalah teroris/ekstrimis. Dan apa yang terjadi di lapangan saat pemakaman? Ribuan masyarakat, dari anak-anak sampai tua renta mengiringi dan mengelukan serta mendoakan mereka,” ujar Rahmat.

Pertanyaan selanjutnya, ada apa sebenarnya dengan hukum di Poso? Ada apa dengan HAM di Poso selama ini?

“Selesaikanlah ketimpangan hukum yang terjadi selama ini di Poso. Jangan terus dan terus meregenarasi dendam masyarakat Poso,” ujar Rahmat.

“Mari kita menganalisa dengan bijak, jangan asal nyeleneh ini itu tentang mereka. 16 tahun, Poso kota kecil yang ramai dijual. ALLAHU AKBAR,” pungkasnya. [AH]