Jenazah Fajar Keluarkan Bau Wangi & Darah Terus Mengalir Meskipun Dirusak Densus 88

BIMA (Manjanik.net) – Pihak keluarga mengatakan bahwa setelah ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Senin (15/2/2016) pagi, jenazah Fajar Can masih bagus, putih dan bersih. Bahkan wajahnya tersenyum manis. (Baca: Ditembak Densus 88, Aktivis Islam Bima: Semoga Akhi Fajar Syahid di Jalan Allah)

“Saya waktu itu tidak ada di TKP karena kita beda rumah. Tapi kata ibu yang saat itu ada dirumah bersama bapak, Fajar saat kejadian itu sedang di dapur. Ibu dan bapak ada di kamar sama adik yang berumur 5 bulan,” kata Ummu Izzul, kakak kandung Fajar kepada Manjanik.net pada Sabtu (20/2/2016).

“Ibu saat itu sebetulnya tidak dibolehkan sama Densus untuk keluar. Tapi ibu alasan mau pipis sehingga bisa keluar kamar melihat anaknya. Saat itu Fajar terlihat sudah tergeletak dan berlumuran darah. Ibu sempat shock waktu lihat anaknya diperlakukan seperti itu,” jelasnya.

“Tapi ibu juga merasa ada sesuatu yang lain dari raut wajah Fajar. Saat itu wajah Fajar lebih terlihat putih, bersih, dan tersenyum manis. Seolah-olah adik itu tidak meninggal. Jadi yaa kayak orang tidur yang lagi tersenyum gitu,” tegas Ummu Izzul. (Baca: Densus 88 Tangkap 3 Warga & Tembak Mati 1 Pemuda di Bima)

Fajar Ketika Hidup & Setelah Ditembak Densus 88Namun pihak keluarga merasa kaget ketika jenazah Fajar tiba dirumahnya di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (20/2/2016) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Pasalnya, wajah Fajar berubah drastis seusai dibawa Densus 88 ke RSUD Mataram.

“Tapi saat tiba disini tadi malam, wajah Fajar jadi menghitam, mata sebelah kirinya juga rusak, badannya lebam-lebam. Kami menduga itu dilakukan Densus. Mereka ingin merusak jenazah Fajar agar tidak kelihatan seperti tanda-tanda seorang syuhada,” jelas Ummu Izzul yang suaminya, Abu Izzul juga ikut diambil Densus 88 saat hari Senin tersebut.

“Masya Allah, meskipun jenazah Fajar diperlakukan, dirusak seperti itu, jenazah Fajar terus mengelurkan bau wangi, darahnya juga terus keluar dari hidung, keluar keringat terus, bahkan kafannya basah oleh keringatnya, dan badannya lemas seperti orang yang tidak meninggal,” ungkapnya. [GA]