Ketika Hati dan Jiwa Di Mabuk Cinta

Oleh: Ustadz Qutaibah/Penulis Rubrik Islamiyyah Manjanik.net

(Manjanik.net) – Bismillah, Saudaraku yang dirahmati Allah,Ketika perasaan cinta menghinggapi setiap insan, semakin lama kian terpendam, semakin dalam merasuk kedasar hati semakin tak terasa seorang pecinta ini termabukan oleh apa yang dicintai dari hal keduniaan, begitulah kesalahan seorang hamba dalam mencinta , saudaraku mari kita arahkan pandangan bahasan kita tentang cintanya seorang pemuda kepada wanita yang tak disadari sering memabukan karena terabaikanya aturan-aturan syar’i dalam mencintai.

Saudaraku yang budiman, Tak selamanya cinta membuat hidup lebih baik jika kecintaan ini berlebihan dan semakin memabukkan sang pelaku percintaan,atau kata lain “Sang pemuda dimabuk asmara oleh seorang wanita atau sebaliknya.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

وَعِشْقُ الصّوَرِ إنّمَا تُبْتَلَى بِهِ الْقُلُوبُ الْفَارِغَةُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ تَعَالَى الْمُعْرِضَةُ عَنْهُ الْمُتَعَوّضَةُ بِغَيْرِهِ عَنْهُ فَإِذَا امْتَلَأَ الْقَلْبُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ وَالشّوْقِ إلَى لِقَائِهِ دَفَعَ ذَلِكَ عَنْهُ مَرَضَ عِشْقِ الصّوَرِ وَلِهَذَا

“Mabuk cinta terhadap sosok-sosok hanyalah tertimpa kepada orang yang hatinya kosong dari kecintaan kepada Allah, hati yang berpaling darinya dan mengganti-Nya dengan yang lain. Maka apabila hati telah dipenuhi dengan cinta kepada Allah ta’ala dan kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya maka hal itu akan menghilangkan penyakit mabuk cinta terhadap sosok-sosok ini. ”

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata pula : “Mabuk cinta akan merusak akal, nalar dan daya pengetahuan seseorang.”

Belenggu asmara dan cinta berlebihan telah banyak menjungkirkan pelaku cinta dalam kemaksiatan menghampiri jurang jahanam,menggiring mereka pada pedihnya siksa, dan mereka telah memulai sendiri menuangkan sedikit demi sedikit air mendidih dalam gelas gelas bahan neraka yang melepuhkan jasad mereka, mereka juga tak sadar memudahkan jalan kepada kepedihan kesedihan jiwa dalam dunia dan neraka.

Ibnu Taimiyah melanjutkan Ucapanya:
“Mabuk cinta dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rusak agama dan akhlaqnya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia, dan akibat buruknya bisa menjadi berlipatganda.”

Saudaraku yang budiman, begitulah cinta semakin tak ada keikhlasan dalam tujuan dan semakin jauh dari tuntunan,akan memabukan dan semakin dekat dengan rimba kemaksiatan dan kemusyrikan, dan sudah tentu bersiaplah hamba hamba yang seperti ini akan tertimpa beban berat kesempitan, penderitaan, kekecewaan, didunia dan ahkirat.

Ibnu Qayim rahimahullah berkata: “Mahabbah atau cinta yang bermanfaat itu terbagi tiga : – Mahabbatulloh (Cinta Kepada Allah),
– Mahabbafillah (Cinta Karena Allah).
– Dan Mahabbah atau cinta yang menghantarkan kita semakin mentaati Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Ibnu Qayim melanjutkan ucapanya: “Sedangkan Mahabbah atau cinta yang berbahaya juga terbagi tiga yaitu:
-Mahabbah ma’Allah ( Mencintai sesuatu disamakan dengan mencintai Allah),
-Mencintai sesuatu yang dibenci Allah, dan Yang ketiga Cinta yang memangkas cinta seorang hamba kepada Allah.

Demikianlah berbagai tingkatan cinta, cara mencinta dan pedoman agar tak menjadi mabuk cinta dan asmara.

Semoga Allah menolong kita dalam pembagian cinta ini untuk mencintai-Nya dan untuk mencintai Rasul-Nya melebihi segala sesuatu didunia ini dan mencintai segala sesuatu karena Allah Ta’ala.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أََحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

“Ya Allah , aku mohon pada Mu cinta Mu dan cinta orang yang mencintai Mu, amalan yang mengantarkanku menggapai cinta Mu. Ya Allah , jadikan kecintaanku kepada Mu lebih aku cintai daripada cintaku pada diriku sendiri , keluargaku, dan air dingin” (Hr Tirmidzi). Aamiin..

Dirangkum dari: Zadul Ma’ad,Raudhatul Muhibbin, Madarijus Salikin, Mukhtashor Ad Da’ Wad Dawa’ Ibnu Qayyim Al Jauzi