Daulah Islam/Islamic State (IS/ISIS) Negeri Yang Aneh…!!!

Oleh: Muhammad Yusron Muhfid

(Manjanik.net) – Allah Ta’ala berfirman, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2 : 249)

Melihat sepak terjang Daulah Islam/Islamic State (IS) yang dideklarasikan pada tanggal 29 Juni 2014 atau 1 Ramadhan 1435 H lalu, kita akan mendapati berbagai hal yang janggal dan diluar nalar sehat manusia. Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar, siapa mereka sesungguhnya?

Coba perhatikan secara jeli, umur dari Daulah Islam (IS) yang sebelumnya bernama Islamic State Iraq dan Syiria (ISIS) barulah menginjak usia sekitar dua tahun terhitung sejak dideklarasikan. Tetapi hanya dalam waktu yang singkat, Daulah Islam mendapat permusuhan dari hampir semua negara-negara di dunia.

Bahkan, Amerika Serikat (AS) sampai-sampai harus menggalang koalisi yang berjumlah sekitar 40 negara hanya untuk memberangus sebuah negara yang baru berumur 1 tahun. Siapa mereka sesungguhnya?

Mengapa sebuah negara super power sekaliber Amerika Serikat (AS) begitu ketakutan dengan kelompok baru dan kecil ini ?

Apa sebenarnya yang mereka punya ?

Apakah mereka punya angkatan udara?

Apakah mereka punya pabrik persenjataan canggih ?

Apakah mereka bisa membuat hulu ledak nuklir ?

Apakah mereka bisa membuat rudal-rudal yang canggih ?

Tidak ! sama sekali tidak ! bahkan hampir semua persenjataan yang dimiliki Daulah Islam adalah hasil rampasan. Bandingkan dengan persenjataan si penjahat kemanusiaan Israel yang begitu canggih dan mutakhir ditambah sokongan dana yang melimpah dari kekasih mereka Amerika Serikat.

Menariknya lagi, ditengah permusuhan hebat yang dikobarkan berbagai negara didunia terhadap kelompok ini. Mereka tetap dapat mengelola Negaranya seolah-olah tanpa gentar terhadap pemboikotan. Mereka tetap mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Entah darimana mereka mendapatkan rezeki ini. Allah-lah yang menjamin rezeki bagi hambaNya yang bertakwa. Bahkan eksistensinya semakin besar dan meluas dukungannya.

Padahal, kejamnya “mulut” media massa tak henti-hentinya berucap bahwa mereka adalah teroris, garis keras, khawarij, bughot, dan berbagai julukan buruk lainnya. Ditambah lagi tikaman dari internal umat Islam sendiri yaitu para pengkhianat yang menjual agamanya untuk dunia dan menjadi antek Amerika.

Semua ini merupakan hal yang aneh diluar nalar manusia. Bayangkan saja, ditengah gempuran pesawat-pesawat canggih pasukan koalisi salibis internasional yang berjumlah sekitar 40 Negara, ditambah pertempuran dahsyat didarat melawan rezim Syi’ah Rofidhoh Iraq, Suriah disokong oleh Negara Syi’ah Iran, Daulah Islam tak kunjung kalah. Justru pekan ini mereka dapat merebut kendali atas kota Ramadi, Ibukota Provinsi Anbar Iraq dan berbagai kota di Suriah, memperluas wilayah kekuasaanya di dua Negara tersebut.

Pada 10 September lalu, Presiden Barack Obama — dalam pidato yang disiarkan televisi — berjanji negaranya akan memimpin sebuah koalisi besar untuk memukul balik ISIS. Koalisi ini, menurut keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dua hari sebelumnya, akan melibatkan lebih dari 40 negara — baik secara langsung maupun dalam bentuk lain.

Sejumlah negara Arab – Mesir, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Lebanon, Yordania, dan Iraq – sudah menyatakan ikut dalam koalisi. Juga negara-negara yang tergabung dalam  NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Sedangkan negara-negara lain diperkirakan akan ikut dalam koalisi dalam bentuk lain, misalnya sekadar memberikan pernyataan dukungan.

Gabungan kekuatan militer AS, NATO, dan negara-negara Arab tentu sangat dahsyat. Belum ada negara yang di invasi oleh koalisi yang dipimpin AS bisa bertahan. Kalau ada perlawanan itu hanya menunggu waktu untuk kemudian akan KO (knock out) alias fight ending atawa menyerah kalah. Lihatlah apa yang terjadi pada Afghanistan Taliban, Iraq Saddam Husein, dan Libya Muammar Qadafi.

Sementara itu, yang dihadapi koalisi besar itu adalah Islamic State of Iraq and Syria, yang baru dideklarasikan Juni 2014 lalu. Wilayah IS/ISIS hasil “mencaplok” daerah-daerah di dua negara, Iraq dan Suriah. Sebagai negara baru, kekuatan militer ISIS  tentu tak sebanding dengan koalisi Amerika. Bahkan bila dibandingkan dengan jumlah tentara satu negara saja, misalnya Mesir 468.500 personil atau Arab Saudi 233.500 personel.

Apalagi bila dibandingkan dengan kekuatan militer AS yang berjumlah 2.580.255 personel.  Jumlah ini adalah tentara aktif, belum termasuk tentara cadangan dan paramiliter.

Badan Inteligen AS, CIA memperkirakan ISIS hanya mempunyai kekuatan antara 20 ribu hingga 31.500 milisi. Menurut juru bicara CIA, Ryan Trapani, perkiraan mengenai jumlah kekuatan ISIS dihimpun dari data laporan inteligen dari Mei hingga Agustus 2014. Sebelumnya, kekuatan ISIS diperkirakan hanya 10 ribu hingga 15 ribu personel.

Peningkatan ini lantaran perekrutan besar-besaran sejak Juni lalu,  menyusul kesuksesan ISIS di medan pertempuran, deklarasi kekhalifahan, dan intelijen atau propaganda. Dari jumlah 20 ribu-31.500 milisi, menurut Trapani, sebanyak 15 ribu orang di antara mereka merupakan orang dari luar Iraq dan Suriah, termasuk 2.000 orang dari negara-negara Barat.

Meskipun jumlah milisi ISIS sudah bertambah, namun tetap kecil dibandingkan dengan kekuatan koalisi. Bahkan seandainya setiap negara yang tergabung dengan koalisi hanya mengerahkan sebagian kecil personel militernya. Namun, bila dijumlah akan tetap besar. Apalagi pasukan koalisi didukung dengan persenjataan yang pasti lebih modern.

Perjuangan mereka mengingatkan saya kepada sejarah perjuangan Islam dimasa Nabi Muhammad S.A.W dan para Sahabatnya. Mereka telah bercucuran darah memperjuangkan Islam dan memenangkanNya atas segala kekuasaan tirani yang mengeroyoknya.

Siapa yang tidak tahu perang Ahzab ? Dimana pasukan Muslim yang hanya berjumlah 3.000 musti menghadapi 30.000 pasukan sekutu kabilah-kabilah Arab ? Perang Mu’tah ketika 3.000 pasukan kaum muslimin harus menghadapi 200.000 bala tentara romawi ? dan perang-perang lainnya.

Namun, berkat kelompok kecil ini, yang berasal dari tengah padang pasir yang gersang dan terbelakang. cahaya Islam berhasil menang dan menerangi dunia. Akankah sejarah akan berulang ?

Segala keanehan diluar nalar manusia tadi tentu membuat kita layak bertanya-tanya siapa sebenarnya mereka ? Apa Manhaj dan ideologinya sehingga sejauh ini mampu memenangkan pertarungan melawan musuh-musuh yang mengeroyoknya ?

Semoga hal ini akan memancing kita untuk mencari lebih jauh siapa sebenarnya mereka. Karena akan selalu ada sekelompok orang didalam umat Islam yang berperang diatas jalan kebenaran hingga hari kiamat tiba.

“Ya Allah, bila Daulah ini adalah Daulah Khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq”.

“Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang behukum dengan kitabMu dan sunnah nabiMu, serta berjihad melawan musuh-musuhMu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin (kekuasaan) di muka bumi serta jadikanlah ia gerbang menuju Khilafah ‘alaa minhajin nubuwwah”.

Katakan aamiin wahai kaum Muslimin.. (Cuplikan pidato Juru Bicara IS, Syaikh Mujahid Abu Muhammad Al-Adnani Taqabbalahullah). [TMJ/Media Atjeh Sumatra]